Salah satu keunggulan program Outward Bound adalah keunikannya dalam mendisain kurikulum bagi para pesertanya. Peserta dimotivasi dan didorong untuk memasuki zona yang tidak nyaman dengan meninggalkan rutinitas sehari-hari. Mereka dihadapkan pada situasi lingkungan yang unik dan komunitas lingkungan sosial yang unik. Kemudian diberikan tantangan, kegiatan dan pemecahan masalah yang mendorong munculnya strees dan kecemasan yang menyesuaikan dengan penguasaan dan kemampuan sehingga mereka akhirnya memiliki konsep diri.
Mengapa Kegiatan Alam Terbuka ?
sebagai institusi pengembangan pribadi yang menggunakan tantangan alam sebagai media, pertanyaan di atas memang sering muncul. " Pendekatan kita terhadap alam terbuka memberi pengalaman lekat dan tak terlupakkan dengan akibat-akibat nyata, sebab kita percaya petualangan adalah dasar suatu pengembangan". Outward Bound percaya bahwa kebanyakan orang tidak berpotensi secara maksimal. Setiap orang sebenarnya mampu melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang mereka pikirkan. dan bagi beberapa orang merealisasikan apa yang bisa ia peroleh lewat usaha saling mendukung di dalam group. Tujuan Outward Bound adalah merangsang keinginan seseorang untuk merealisasikan potensi sepenuhnya.
Mengapa orang belajar di alam terbuka ?
- Kegiatan outdoor merupakan pengalaman asing/baru.
- Kegiatan outdoor sebagai penguat/pendorong munculnya potensi-potensi yang tersembunyi .
- Kegiatan outdoor itu menyenangkan.
- Adanya konsekuensi nyata yang dapat dipakai sebagai poin pembelajaran.
- Perhatian sehari-hari ditinggalkan.
- Emosi dipertinggi.
- Kegiatan outdoor bersifat pragmatis.
What I hear , I forget.
What I see, I remember.
What I do, I learn.
Ungkapan ini berangkat dari pemahaman dari tiga bentuk pembelajaran yang dilakukan seseorang yaitu lewat media penglihatan (visual), pendengaran (aouditori), dan lewat motorik (kinaestetic). dan diyakini bahwa pembelajaran dengan cara melakukan (doing) lebih efektif dibanding mendengar atau melihat. Proses yang terjadi selama aktivitas outdoor adalah peserta belajar bukan lewat apa yang mereka dengar atau lihat, tapi dengan cara melakukan apa yang harus dilakukan (Learning by doing).
-dari meja instruktur OBI-